Rasanya tidak lengkap berwisata ke
Pulau Dewata Bali, jika tidak mengunjungi Pantai Kuta Bali. Ya, siapa tidak mengenal Pantai Kuta Bali,
sebuah tempat wisata di Bali yang
merupakan pantai yang paling tersohor di Indonesia, bahkan di dunia. Pantai
Kuta adalah tujuan wisata utama seorang wisatawan datang ke Bali. Selain karena
pemandangan pantainya yang sangat indah, Pantai Kuta juga terkenal sebagai
kebalikan dari Pantai Sanur, yaitu Pantai Matahari Terbenam. Menurut
sejarahnya, Pantai Kuta dahulu merupakan sebuah pelabuhan yang banyak
dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Majapahit. Para pedagang tersebut
melakukan transaksi dengan penduduk Bali yang kebanyakan adalah penduduk
pedalaman. Oleh karena itu, bisa dibilang Pantai Kuta tak pernah sepi dari
kegiatan perdagangan. Lama-kelamaan, penduduk di sekitar Pantai Kuta mulai
membuka rumah-rumah mereka untuk disewakan sebagai rumah penginapan, membuat
Pantai Kuta semakin banyak menyerap turis yang datang untuk berlibur. Kini,
banyaknya pengunjung yang datang ke Pantai Kuta
Bali tak hanya datang dari dalam negeri saja, namun juga
wisatawan-wisatawan mancanegara. Tak tanggung-tanggung, jumlah pengunjung
Pantai Kuta per Agustus 2012 adalah sebanyak 81.250 orang.
Pantai Kuta Bali diperkirakan terletak 11 kilometer kearah selatan dari pusat Kota
Denpasar, tepatnya di Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Jika menggunakan
kendaraan pribadi, maka 15 menit adalah waktu tempuh maksimal dari Kota
Denpasar, dan hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit dari Bandara
Internasional Ngurah Rai.
Tak hanya pasir putih yang menjadi
daya tarik utama Pantai Kuta Bali. Lokasinya yang landai dan luas, serta
posisinya yang berada di sisi barat Pulau Bali yang berbentuk cekungan membuat
ombak laut tidak terlalu besar, sehingga cenderung aman bagi pengunjung untuk
bermain air. Seperti yang telah banyak diketahui, warna panorama Pantai Kuta
akan menjadi sangat cantik ketika matahari mulai terbenam. Warna merah dan
jingga berpadu dengan langit yang menjelang malam, dan banyaknya lampu yang
mulai dinyalakan menambah keanggunan Pantai Kuta di senja hari. Namun pesona
tersebut tak hanya muncul ketika hari petang saja. Ketika malam menjelang, Desa
Wisata Kuta seperti tak memiliki jam istirahat.
Roda, rona warna, dan denyut nadi di
Pantai Kuta Bali memang terus berjalan. Selain menikmati matahari terbenam
ketika hari menjelang petang, di pagi hari, banyak pula wisatawan-wisatawan
yang datang memanfaatkan udara pagi Kuta yang segar dan sejuk untuk berolahraga
atau sekedar berjalan-jalan di sepanjang pantai. Di siang hari, akan mudah
ditemukan wisatawan-wisatawan mancanegara yang berjemur dibawah teriknya
matahari. Terdapat juga wahana air seperti jetski,
kano, speedboat, ski air, surfing, dan banana boat yang beroperasi di siang hari, memanjakan adrenalin
pengunjung dengan kecepatan meluncur diatas permukaan air laut. Namun tak hanya
itu. Pengunjung pun dimanjakan dengan adanya wahana untuk menikmati pemandangan
bawah laut, seperti scuba diving dan snorkeling. Untuk Pantai Kuta sendiri,
wahana bawah laut yang paling diminati adalah seawalking dan menyelam ke dasar laut menggunakan sebuah kapal
selam. Terumbu karang yang berwarna-warni dan jenis ikan yang bermacam-macam
menjadi daya tarik tersendiri bagi penjelajah laut Pantai Kuta.
Desa Wisata dan Hiburan Malam di Pantai Kuta
Bali
Tak cukup dengan wisata pantai,
pengunjung dapat berjalan-jalan ke Desa Wisata Kuta, dimana kesenian dan
kebudayaan khas Pulau Dewata Bali tersaji secara terbuka dan menanti untuk
dinikmati, seperti rumah-rumah dengan eksterior tradisional dan upacara-upacara
adat yang masih sering dilakukan. Desa Wisata Kuta ini berdiri berdampingan
pula dengan kehidupan malam Jalan Legian yang glamour.
Jalan Legian adalah jalur yang tepat
mengantarkan pengunjung ke pintu masuk Pantai Kuta, dan merupakan sebuah
kawasan hiburan dan pertokoan ramai yang biasa dipadati oleh
wisatawan-wisatawan mancanegara. Tepat diantara toko-toko dan klub-klub malam
di kawasan Jimbaran tersebut, terdapat sebuah monumen untuk mengenang 202
korban Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002. Monumen yang diresmikan pada
tahun 2004 tersebut dikenal dengan nama
Monumen Ground Zero.
Pantai Kuta Bali sebagai Icon
Pariwisata Indonesia
pantai lovina