Sabtu, 15 September 2012

Pantai Kuta Bali, Sebuah Kebanggaan Pariwisata Indonesia

pantai kuta bali
Rasanya tidak lengkap berwisata ke Pulau Dewata Bali, jika tidak mengunjungi Pantai Kuta Bali. Ya, siapa tidak mengenal Pantai Kuta Bali, sebuah tempat wisata di Bali yang merupakan pantai yang paling tersohor di Indonesia, bahkan di dunia. Pantai Kuta adalah tujuan wisata utama seorang wisatawan datang ke Bali. Selain karena pemandangan pantainya yang sangat indah, Pantai Kuta juga terkenal sebagai kebalikan dari Pantai Sanur, yaitu Pantai Matahari Terbenam. Menurut sejarahnya, Pantai Kuta dahulu merupakan sebuah pelabuhan yang banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Majapahit. Para pedagang tersebut melakukan transaksi dengan penduduk Bali yang kebanyakan adalah penduduk pedalaman. Oleh karena itu, bisa dibilang Pantai Kuta tak pernah sepi dari kegiatan perdagangan. Lama-kelamaan, penduduk di sekitar Pantai Kuta mulai membuka rumah-rumah mereka untuk disewakan sebagai rumah penginapan, membuat Pantai Kuta semakin banyak menyerap turis yang datang untuk berlibur. Kini, banyaknya pengunjung yang datang ke Pantai Kuta Bali tak hanya datang dari dalam negeri saja, namun juga wisatawan-wisatawan mancanegara. Tak tanggung-tanggung, jumlah pengunjung Pantai Kuta per Agustus 2012 adalah sebanyak 81.250 orang.

Pantai Kuta Bali diperkirakan terletak 11 kilometer kearah selatan dari pusat Kota Denpasar, tepatnya di Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Jika menggunakan kendaraan pribadi, maka 15 menit adalah waktu tempuh maksimal dari Kota Denpasar, dan hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Tak hanya pasir putih yang menjadi daya tarik utama Pantai Kuta Bali. Lokasinya yang landai dan luas, serta posisinya yang berada di sisi barat Pulau Bali yang berbentuk cekungan membuat ombak laut tidak terlalu besar, sehingga cenderung aman bagi pengunjung untuk bermain air. Seperti yang telah banyak diketahui, warna panorama Pantai Kuta akan menjadi sangat cantik ketika matahari mulai terbenam. Warna merah dan jingga berpadu dengan langit yang menjelang malam, dan banyaknya lampu yang mulai dinyalakan menambah keanggunan Pantai Kuta di senja hari. Namun pesona tersebut tak hanya muncul ketika hari petang saja. Ketika malam menjelang, Desa Wisata Kuta seperti tak memiliki jam istirahat.

Roda, rona warna, dan denyut nadi di Pantai Kuta Bali memang terus berjalan. Selain menikmati matahari terbenam ketika hari menjelang petang, di pagi hari, banyak pula wisatawan-wisatawan yang datang memanfaatkan udara pagi Kuta yang segar dan sejuk untuk berolahraga atau sekedar berjalan-jalan di sepanjang pantai. Di siang hari, akan mudah ditemukan wisatawan-wisatawan mancanegara yang berjemur dibawah teriknya matahari. Terdapat juga wahana air seperti jetski, kano, speedboat, ski air, surfing, dan banana boat yang beroperasi di siang hari, memanjakan adrenalin pengunjung dengan kecepatan meluncur diatas permukaan air laut. Namun tak hanya itu. Pengunjung pun dimanjakan dengan adanya wahana untuk menikmati pemandangan bawah laut, seperti scuba diving dan snorkeling. Untuk Pantai Kuta sendiri, wahana bawah laut yang paling diminati adalah seawalking dan menyelam ke dasar laut menggunakan sebuah kapal selam. Terumbu karang yang berwarna-warni dan jenis ikan yang bermacam-macam menjadi daya tarik tersendiri bagi penjelajah laut Pantai Kuta.

Desa Wisata dan Hiburan Malam di Pantai Kuta Bali

Tak cukup dengan wisata pantai, pengunjung dapat berjalan-jalan ke Desa Wisata Kuta, dimana kesenian dan kebudayaan khas Pulau Dewata Bali tersaji secara terbuka dan menanti untuk dinikmati, seperti rumah-rumah dengan eksterior tradisional dan upacara-upacara adat yang masih sering dilakukan. Desa Wisata Kuta ini berdiri berdampingan pula dengan kehidupan malam Jalan Legian yang glamour.

Jalan Legian adalah jalur yang tepat mengantarkan pengunjung ke pintu masuk Pantai Kuta, dan merupakan sebuah kawasan hiburan dan pertokoan ramai yang biasa dipadati oleh wisatawan-wisatawan mancanegara. Tepat diantara toko-toko dan klub-klub malam di kawasan Jimbaran tersebut, terdapat sebuah monumen untuk mengenang 202 korban Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002. Monumen yang diresmikan pada tahun 2004 tersebut dikenal dengan nama Monumen Ground Zero.

Pantai Kuta Bali sebagai Icon Pariwisata Indonesia

Selain kebudayaan, kesenian, dan tradisi masyarakat Bali yang masih sangat terjaga, Bali merupakan sebuah pulau di sebelah timur Pulau Jawa yang identik sebagai tujuan utama pariwisata. Ditambah lagi, keberadaan Pantai Kuta sebagai icon pariwisata Bali yang banyak menyerap wisatawan dari mancanegara, memberi andil besar terhadap perkembangan perekonomian Indonesia. Indonesia pun patut berbangga, karena banyaknya investor yang datang turut membantu kepariwisataan di Pulau Bali berkembang sangat pesat, terutama Pantai Kuta. Terbukti pada tahun 2009 majalah Travel and Leisure memilih Bali sebagai World’s Best Island, dan Lonely Planet’s memilih Bali sebagai terbaik kedua Best of Travel 2010. Bali juga dengan sukses berhasil menjadi tuan rumah event internasional ASEAN Summit 2011. Hal ini membuat Indonesia, terutama Pulau Bali, mendapatkan kepercayaan dari Organisasi Miss World untuk menjadi tuan rumah pemilihan Miss World pada September 2013. Tentu saja, semua prestasi gemilang Pulau Bali merupakan buah dari keberhasilan Pantai Kuta Bali sebagai wajah utama Pulau Dewata dan pariwisata Indonesia.

pantai lovina